Daun pisang sangatlah banyak kita jumpai di Indonesia dan tidaklah sulit untuk mencari daun pisang tanpa harus berkeliling ke luar daerah. Di tempat saya tinggal bahkan pohon pisang tumbuh liar dan siapa saja boleh mengambil daun pisang tersebut di karenakan tumbuh dengan sendirinya.
Daun pisang
banyak dicari orang untuk berbagai kebutuhan, terkadang daun pisang juga dapat
dijadikan tempat alas untuk membungkus makanan seperti untuk bungkus nasi uduk,
bungkus makanan lemper, lontong dll. Apabila makanan dibungkus dengan daun
pisang, makanan menjadi lebih lezat dan juga apabila kita membuka bungkus daun
pisang tersebut, membuat makanan menjadi lebih harum dan wangi sehingga dapat
menggugah selera makan seseorang.
Kalau di
Indonesia karena daun pisang banyak dan mudah dijumpai, sehingga harga daun
pisang kalau kita beli di pasar harganya masih tergolong murah. Bahkan tak
jarang daun pisang apabila kita membutuhkannya tinggal memetik saja tanpa harus
membelinya. Boleh kita petik daun pisang asalkan daun pisang tersebut tumbuh
liar dan tidak ada yang memilikinya atau menanamnya.
Harga daun
pisang perlembar di pasar tradisional jika kita ingin membelinya kisaran Rp.
2000,- perlembar daun pisang. Daun pisang memiliki harga yang bervariasi
tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli. Ada yang lebih murah dan ada
juga yang lebih mahal semua itu tergantung kualitas daun pisang dan juga
kesepakatan kedua belah pihak antara pembeli dan penjual.
Lain halnya
di Jepang daun pisang memiliki nilai jual yang tinggi bahkan selembar daun
pisang bisa mencapai harga Rp. 500.000, sampai Rp 1.000.000,- Ada juga yang
lebih mahal dari itu. Kenapa di Jepang daun pisang dijual lebih mahal dari
negara kita karena pohon pisang di Jepang sangatlah langka dan sangat sulit
untuk dibudidayakan, oleh karena itu harga perlembar daun pisang menjadi lebih
mahal. Lebih mahal lagi jika kita membeli daun pisang yang asli dari Jepang dan
pastinya harganya lebih mahal karena kelangkaannya. Oleh karena itu ekspor daun
pisang masih sangat terbuka lebar untuk memasuki pasar Negara Jepang.
Di Jepang
sendiri daun pisang juga banyak digunakan untuk bahan makanan dan juga karena
langkanya daun pisang maka banyak orang di Jepang menjadikan daun pisang
sebagai hiasan yang sangat menarik dan memikat mata yang melihatnya.
Nah karena
pasar lokal dan pasar luar negeri khususnya Jepang masih terbuka lebar maka
anda juga bisa menjual daun pisang sebagai langkah bisnis yang menjanjikan.
Tidak ada salahnya untuk dicoba selagi pasar masih membutuhkannya. Semoga
bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar