Jumat, 22 Oktober 2021

PERMEN GULALI YANG TAK SEMPURNA



Berawal dari viral di social media kemudian permen gulali ini menjadi booming lagi. Susah memang untuk mencari permen gulali ini di pinggir jalan. Tidak seperti zaman saya waktu masih kecil. Mudah banget buat cari permen gulali ini disetiap jalan. Ada saja abang-abang penjual gulali yang lewat disetiap perumahan.

Gara-gara viral ini maka anak saya yang paling bontot minta dibelikan permen gulali. Kemudian saya cari berkeliling, karena sudah jarang pedagang yang menjual permen gulali ini.

Setau saya permen ini banyak di supermarket dekat rumah. Akan tetapi tidak sesuai yang diharapkan, ternyata permen gulali ini sudah habis dan stoknya kosong. Mungkin karena permen gulali ini lagi viral jadi banyak anak-anak yang membeli permen gulali. Alhasil stok pun menjadi kosong.

Permen gulali ini sekarang sudah terbilang langka tidak seperti zaman saya SD, banyak banget yang menjual. Jadi karena langka dan susah banget buat cari permen gulali, maka dari itu kemudian anak saya berbicara dengan mamanya minta dibuatkan saja permen gulali ini. Tak lupa anak saya memberikan link yang ada di sosmed cara membuat permen gulali.

Hari berganti hari, sayapun tidak menemukan penjual permen gulali, dan anak hampir setiap hari menanyakan permen gulali. Sehingga istri saya pun harus membuat permen gulali ini dirumah demi anak-anak. Ya bikin permen gulali ini seadanya saja tanpa cetakan dan buatnya pun dadakan karena tuntutan anak yang ngambek pingin permen gulali. Padahal kalau dipikir beli permen biasa saja rasanya juga sama, manis juga tetapi namanya anak-anak tetap maunya permen gulali.

Permen gulali pun dibuat dan hasilnya tereng-tereng. Bentuknya tidak sesuai yang diharapkan kalau saya lihat ada yang peyang, gepeng bahkan ada yang lonjong. Hahaha…ga banget deh…namanya juga dadakan. Istri saya ketawa sendiri dan saya begitu melihat hasil permen gulalinya, bawaannya pingin ketawa, akan tetapi saya tahan takut kakaknya pada ketawa, nanti si bontot tidak mau makan permennya.



Begitu kakaknya melihat itu permen ternyata tanggapannya biasa saja. Mungkin karena belum tau permen gulali seperti apa. Biasanya kakaknya suka cerewet jika masakan mamanya kurang pas. Akan tetapi ini malah tidak sama sekali. 

Namanya mungkin lagi kepingin permen gulali, walaupun hasilnya peyang-peyang ya dimakan juga itu permen. Hahaha…Kakaknya juga makan itu permen bersama adiknya sambil bercerita ngalor-ngidul tentang permen gulali yang lagi viral ini.

Karena pada melihat anak-anak makan permen gulali, sayapun ikut mencoba makan gulali buatan istri. Rasanya sih enak, jadi teringat kenangan masa kecil makan permen gulali ini.

Pada akhirnya kami sumua makan permen gulali bersama dan sambil bercerita tentang masa lalu papanya yang dulu doyan makan permen gulali. Hehehe.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar