Berawal dari viral di social media kemudian permen gulali ini menjadi booming lagi. Susah memang untuk mencari permen gulali ini di pinggir jalan. Tidak seperti zaman saya waktu masih kecil. Mudah banget buat cari permen gulali ini disetiap jalan. Ada saja abang-abang penjual gulali yang lewat disetiap perumahan.
Gara-gara
viral ini maka anak saya yang paling bontot minta dibelikan permen gulali.
Kemudian saya cari berkeliling, karena sudah jarang pedagang yang menjual
permen gulali ini.
Setau saya
permen ini banyak di supermarket dekat rumah. Akan tetapi tidak sesuai yang
diharapkan, ternyata permen gulali ini sudah habis dan stoknya kosong. Mungkin
karena permen gulali ini lagi viral jadi banyak anak-anak yang membeli permen
gulali. Alhasil stok pun menjadi kosong.
Permen
gulali ini sekarang sudah terbilang langka tidak seperti zaman saya SD, banyak
banget yang menjual. Jadi karena langka dan susah banget buat cari permen
gulali, maka dari itu kemudian anak saya berbicara dengan mamanya minta
dibuatkan saja permen gulali ini. Tak lupa anak saya memberikan link yang ada
di sosmed cara membuat permen gulali.
Hari
berganti hari, sayapun tidak menemukan penjual permen gulali, dan anak hampir setiap
hari menanyakan permen gulali. Sehingga istri saya pun harus membuat permen
gulali ini dirumah demi anak-anak. Ya bikin permen gulali ini seadanya saja
tanpa cetakan dan buatnya pun dadakan karena tuntutan anak yang ngambek pingin
permen gulali. Padahal kalau dipikir beli permen biasa saja rasanya juga sama,
manis juga tetapi namanya anak-anak tetap maunya permen gulali.
Permen
gulali pun dibuat dan hasilnya tereng-tereng. Bentuknya tidak sesuai yang
diharapkan kalau saya lihat ada yang peyang, gepeng bahkan ada yang lonjong.
Hahaha…ga banget deh…namanya juga dadakan. Istri saya ketawa sendiri dan saya
begitu melihat hasil permen gulalinya, bawaannya pingin ketawa, akan tetapi
saya tahan takut kakaknya pada ketawa, nanti si bontot tidak mau makan
permennya.
Begitu kakaknya melihat itu permen ternyata tanggapannya biasa saja. Mungkin karena belum tau permen gulali seperti apa. Biasanya kakaknya suka cerewet jika masakan mamanya kurang pas. Akan tetapi ini malah tidak sama sekali.
Namanya
mungkin lagi kepingin permen gulali, walaupun hasilnya peyang-peyang ya dimakan
juga itu permen. Hahaha…Kakaknya juga makan itu permen bersama adiknya sambil
bercerita ngalor-ngidul tentang permen gulali yang lagi viral ini.
Karena pada melihat
anak-anak makan permen gulali, sayapun ikut mencoba makan gulali buatan istri.
Rasanya sih enak, jadi teringat kenangan masa kecil makan permen gulali ini.
Pada
akhirnya kami sumua makan permen gulali bersama dan sambil bercerita tentang
masa lalu papanya yang dulu doyan makan permen gulali. Hehehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar