Kalau lagi
makan telur dadar terkadang teringat waktu di zaman kuliah. Kalau makan siang
pasti menunya telur dadar dan sayur daun singkong. Makan bersama teman-teman
nikmat sekali. Sambal ngobrol seputar kuliah dan macam-macam. Telur dadar
merupakan menu andalan kami semua. Maklum namanya juga mahasiswa dimana uang
terbatas dan kita harus pintar mengaturnya. Makan nasi dengan sayur dan telur
dadar ini cukup mengenyangkan juga. Dan terkadang sampai lupa makan karena
perut masih kenyang.
Begitu juga
kalau kita berkunjung ke kos teman. Menu makannya juga sama telur dadar. Bahkan
sehari pernah saya makan dan berkunjung ke kos teman sampai berkali-kali
menyantap telur dadar. Hehehe
Kata orang
kalau kebanyakan makan telur nanti bisulan. Hahaha…apalagi kalau bisulnya
didaerah sensitif bisa bahaya.. jalan dan duduk juga ga nyaman. Akan tetapi
alhamdullilah saya dan teman-teman tidak mengalami hal tersebut.
Pernah juga
ke kos teman dan persedian telur Cuma sebiji. Kebetulan dompet kita semua sudah
sekarat. Ya akhirnya itu saja didadar dan dimakan bersama-sama. Menyenangkan
sekali makan telur dadar sebiji, dimakan berlima dengan nasi dan kecap manis. Walau
dengan lauk yang terbatas tetapi masih bisa gembira bersama.
Ibu warteg
di dekat kampus juga paham yang biasa kita makan saking hafalnya, kita belum datang
eh sudah disiapkan. Hehehe..kayak tau aja kita mau mampir. Biasanya kita pilih
telur dadar yang lebar sehingga nasi dan sayur pada piring akan tertutup dengan
telur dadar. Pokoknya nasinya aja ga bisa ngintip keluar karena ketutupan telur
dadar.
Setelah
bekerja dan berkeluarga malah saya mengurangi makan telur. Palingan telur hanya
untuk anak-anak saja, untuk kebutuhan protein. Akan tetapi konsumsi masih dalam
taraf yang wajar.
Mengurangi konsumsi
telur dadar bukan tidak makan sekali tetapi makan dengan porsi yang terbatas
mengingat berat badan kita ini sekarang sudah melampaui batas. Alias gembrot
dan lebar mirip telur dadar. Hahaha.
Semakin berumur
makan sedikit saja berat badan langsung naik dan hal ini berbeda sekali waktu
kita masih sekolah dan kuliah, makan sebakul tetapi badan masih tetap langsing.
Kalau ketemu
teman seperjuangan, sekarang ini badannya juga sama kayak saya mirip dengan
telur dadar yang lebar…hahahaha. Perut juga sama sudah semakin terdepan. Hahahaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar