Kamis, 25 November 2021

HASIL PERIKSA MATA WAJIB DISIMPAN


 

Sebenarnya ini adalah pengalaman pribadi saya ketika kacamata saya framenya rusak dan lensanya pecah akibat keinjak kaki sendiri saat lupa menaruh kacamata dengan benar. Jadi kejadiannya ketika saya tertidur pulas dikasur begitu alarm pagi berbunyi dan saya pun terbangun sehingga membuat saya melihat jam pada alarm tersebut dengan menggunakan kacamata yang saya taruh di meja sebelah Kasur. Pada waktu itu memang badan terasa lelah sekali sehingga saya tidak langsung bangun, melainkan menaruh kembali kacamata saya persis dibawah Kasur dan saya pun rebahan kembali. Setelah loading mata sekitar 5 menitan kemudian saya ingin mandi dan tanpa sengaja kacamata yang saya taruh dibewah Kasur terinjak kaki saya sendiri dan alhasil itu kacamata langsung pecah dan framenya pun langsung patah. Panik ga…ya panik lah…orang kacamata satu-satunya pecah dan akhirnya mata pun jadi rabun dan penglihatan jadi terlihat tidak begitu jelas.

Kebetulan pas kejadian kacamata pecah tersebut sedang adanya pembatasan wilayah karena adanya pandemi sehingga saya kesulitan untuk keluar rumah untuk membeli kacamata baru. Ada-ada saja memang tapi ya mau gimana lagi namanya lupa naruh kacamata.

Untuk sementara karena tidak bisa keluar untuk membeli kacamata di optik langganan yang jaraknya lumayan jauh dari rumah, maka sementara pesan online, namun mau pesan online lupa kalau mata saya ini minus berapa dan silinder berapa. Mencoba mencari hasil periksa mata yang terdahulu namun lupa naruhnya dan entah kemana. Alhasil saya Cuma bisa ingat minus yang saya ingat saja.

Pesanlah kacamata secara online, sekitar 1 hari sampai. Selama pemesanan saya tidak menggunakan kacamata dan memang sangat menyiksa sekali karena mata rabun dan susah untuk melihat, serasa hari itu begitu hampa dan membosankan tanpa menggunakan kacamata karena mau ngapain aja ga enak karena mata rabun.

Setelah menunggu 1 hari jadilah kacamata saya dikirim dan tiba dirumah. Begitu tiba langsung saja saya pakai, namun apa yang terjadi, ternyata kacamata yang saya gunakan minusnya tidak sesuai dan membuat mata masih rabun untuk melihat. Agak kesal juga sih karena saya lupa naruh bekas periksa kacamata yang pecah tersebut. Untuk sementara tidak apalah yang penting masih bisa melihat sedikit.

Menunggu sampai pembatasan wilayah ada pelonggaran akibat pamdemi, maka saya menggunakan kacamata yang saya pesan online tersebut. Ya tersiksa juga sih namun masih bisa digunakan tidak separah tanpa menggunakan kacamata.

Setelah ada pelonggaran pembatasan wilayah, baru saya dapat pergi ke optik langganan, hati terasa lega karena bisa juga periksa mata lagi dengan menggunakan kacamata dan lensa yang baru. Seperti menemukan harta karun. Halah…

Dari pengalaman pribadi tersebut sekarang saya selalu menyimpan hasil periksa mata di tempat yang saya ingat dan juga memotret hasil periksa mata untuk saya share ke sosmed agar jika saya lupa menaruh hasil periksa mata, maka saya bisa tinggal buka sosmed dan dapat dengan mudah untuk menemukannya. Pengalaman ini membuat pelajaran untuk saya pribadi dan di blog ini saya hanya sekedar sharing ke teman-teman semua, untuk senantiasa menyimpan hasil periksa mata, agar jika terjadi seperti yang saya alami, masih bisa pesan secara online dengan ukuran minus dan silinder yang pas sesuai dengan hasil periksa mata. Semoga bermanfaat dan sukses buat teman-teman semua.  

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar