Sebenarnya ini
adalah pengalaman pribadi saya ketika kacamata saya framenya rusak dan lensanya
pecah akibat keinjak kaki sendiri saat lupa menaruh kacamata dengan benar. Jadi
kejadiannya ketika saya tertidur pulas dikasur begitu alarm pagi berbunyi dan saya
pun terbangun sehingga membuat saya melihat jam pada alarm tersebut dengan
menggunakan kacamata yang saya taruh di meja sebelah Kasur. Pada waktu itu
memang badan terasa lelah sekali sehingga saya tidak langsung bangun, melainkan
menaruh kembali kacamata saya persis dibawah Kasur dan saya pun rebahan
kembali. Setelah loading mata sekitar 5 menitan kemudian saya ingin mandi dan
tanpa sengaja kacamata yang saya taruh dibewah Kasur terinjak kaki saya sendiri
dan alhasil itu kacamata langsung pecah dan framenya pun langsung patah. Panik
ga…ya panik lah…orang kacamata satu-satunya pecah dan akhirnya mata pun jadi
rabun dan penglihatan jadi terlihat tidak begitu jelas.
Kebetulan pas
kejadian kacamata pecah tersebut sedang adanya pembatasan wilayah karena adanya
pandemi sehingga saya kesulitan untuk keluar rumah untuk membeli kacamata baru.
Ada-ada saja memang tapi ya mau gimana lagi namanya lupa naruh kacamata.
Untuk sementara
karena tidak bisa keluar untuk membeli kacamata di optik langganan yang
jaraknya lumayan jauh dari rumah, maka sementara pesan online, namun mau pesan
online lupa kalau mata saya ini minus berapa dan silinder berapa. Mencoba mencari
hasil periksa mata yang terdahulu namun lupa naruhnya dan entah kemana. Alhasil
saya Cuma bisa ingat minus yang saya ingat saja.
Pesanlah kacamata
secara online, sekitar 1 hari sampai. Selama pemesanan saya tidak menggunakan
kacamata dan memang sangat menyiksa sekali karena mata rabun dan susah untuk
melihat, serasa hari itu begitu hampa dan membosankan tanpa menggunakan
kacamata karena mau ngapain aja ga enak karena mata rabun.
Setelah menunggu
1 hari jadilah kacamata saya dikirim dan tiba dirumah. Begitu tiba langsung
saja saya pakai, namun apa yang terjadi, ternyata kacamata yang saya gunakan
minusnya tidak sesuai dan membuat mata masih rabun untuk melihat. Agak kesal
juga sih karena saya lupa naruh bekas periksa kacamata yang pecah tersebut. Untuk
sementara tidak apalah yang penting masih bisa melihat sedikit.
Menunggu sampai
pembatasan wilayah ada pelonggaran akibat pamdemi, maka saya menggunakan
kacamata yang saya pesan online tersebut. Ya tersiksa juga sih namun masih bisa
digunakan tidak separah tanpa menggunakan kacamata.
Setelah ada
pelonggaran pembatasan wilayah, baru saya dapat pergi ke optik langganan, hati
terasa lega karena bisa juga periksa mata lagi dengan menggunakan kacamata dan
lensa yang baru. Seperti menemukan harta karun. Halah…
Dari pengalaman
pribadi tersebut sekarang saya selalu menyimpan hasil periksa mata di tempat
yang saya ingat dan juga memotret hasil periksa mata untuk saya share ke sosmed
agar jika saya lupa menaruh hasil periksa mata, maka saya bisa tinggal buka
sosmed dan dapat dengan mudah untuk menemukannya. Pengalaman ini membuat
pelajaran untuk saya pribadi dan di blog ini saya hanya sekedar sharing ke
teman-teman semua, untuk senantiasa menyimpan hasil periksa mata, agar jika
terjadi seperti yang saya alami, masih bisa pesan secara online dengan ukuran
minus dan silinder yang pas sesuai dengan hasil periksa mata. Semoga bermanfaat
dan sukses buat teman-teman semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar