Motor honda
verza memang motor yang sangat tangguh dan nyaman untuk dikendarai. Kebetulan saya
memang dulu pernah punya honda verza generasi awal dan kemudian saya jual dan
tukar dengan honda verza lagi generasi terbaru. Serasa ga mau pindah kelain
hati karena memang saya suka sekali dengan ketangguhan honda verza ini dan juga
sangat nyaman jika dibawa berjalan jauh khususnya jika kita sedang boncengan
berkendara bersama istri.
Pilihan jatuh
ke honda verza lagi karena sudah merasakan honda verza generasi pertama dan
untuk generasi terbaru lebih suka lagi dengan desain lampu yang bulat didepan
dengan pilihan warna hitam doff, tambah macho dah. Selain desain yang menarik
yang paling utama adalah irit bensin serta tangki bensin yang cukup lumayan,
karena saya sering membawa motor dengan perjalanan kurang lebih 60 kilometer,
jadi ga bolak-balik ke pom bensin. Selama mengendarai honda verza ini badan
tidak terlalu capek dan pegal karena honda verza memiliki per yang bisa di
setting nyaman sesuai dengan selera pengendara, selain itu honda verza juga
memiliki ban dengan diameter yang cukup besar sehingga cukup untuk meredam
goncangan di jalan yang tidak rata.
Untuk setting
per bisa kita rubah sendiri karena sudah disediakan kunci bawaan yang telah
diberikan pada waktu kita membeli honda verza. Per tersebut bisa kita setting
nyaman sesuai selera pengemudi. Jika kita mau setting nyaman maka per tinggal
diputar dengan menggunakan kunci bawaan dengan putaran paling rendah. Tentunya jika
kita setting dengan nyaman motor akan sedikit lebih pendek waktu dikemudikan,
jika berboncengan per akan mengayun dan membuat orang yang kita boncengin
merasa nyaman.
Namun untuk
saya hanya setting per standar saja, karena jika di setting nyaman dengan putaran
per terendah, istri malah justru tidak nyaman karena postur badan yang tinggi
membuat kaki tertekuk lebih keatas sehingga malah tidak nyaman. Untuk saya
sendiri sebagai pengemudi motor honda verza jika di setting nyaman serasa motor
bergoyang-goyang jika melewati jalan tidak rata, memang sih nyaman tetapi
mental mentul sehingga saya membawanya jadi kurang nyaman agak sedikit kagok.
Jadi untuk
settingan per sebaiknya disesuaikan saja dengan selera, bisa dicoba sendiri
apakah per yang kita setting sudah nyaman dengan kita dan pemboceng apa belum. Balik
dengan selera saja karena ada yang suka di setting nyaman dan ada juga yang
suka di setting standar. Pilihan setting per ada bermacam-macam jadi bisa
dicoba. Kalau saya sendiri lebih suka di setting standar saja jadi per tidak
terlalu empuk dan juga tidak terlalu keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar